Kabanjahe ,METROEKSPRES | pada tanggal 12/2/2026 saat dikonfirmasi penggusaha Bengkel S T menggatakan bahwasanya Pernah dipertanyakan oleh dinas perhubungan terkait perparkiran ,lalu dijawab St anggota saya banyak jadi kan gak mungkin saya tutup bengkel saya sementara anggota saya mempunyai istri dan anak kata ST begitulah penyampean kepada di Sub / perhubungan .
Dan ST pun mengatakan banyak wartawan tapi mingkron / pemaksaan kata ST kepada awak media ,padahal ST membuka usaha bengkel memakan Sisi badan jalan itu sudah melanggar hukum.
Walaupun sudah pernah dipertanyakan dinas perhubungan kepada ST kalo bengkel ditutup anggota saya banyak pak .jawab ST kepada dinas perhubungan .
Beberapa menit kemudian datang lah istri ST menggatakan banyak wartawan recehen berpakai baju seragam hanya untuk meminta2 sama penggusaha kata istri ST apakah memang ada wartawan recehan yang seperti dikatakan istri ST ???
Dan kata istri ST mau ditutup bengkel itu pun kak kata istri ST sementara sudah 25 tahun berusaha karna banyak yang berdatangan wartawan recehan kata nya sementara awak media tidak tau kalo ada wartawan recehen .
Kalo memang ada ijin usaha nya yang di katakan istri dari ST kenapa sampai ke sisi badan jalan pusat kota kaban jahe membuka usaha bengkel?? Itu sudah melanggar hukum nama nya .
Sementara kalo lah pelebaran jalan sudah tentu bengkel itu otomatis ditutup sebab sudah melebar membuka usaha .tapi dengan lantang nya istri ST mau ditutup nya bengkel itu kak katanya.
Pada saat awak media melintas di bengkel tersebut mobil banyak parkir apakah ada dinas parkir meminta atau gimana??? Apa sesuai omongan disub dengan ST ?? Apa Diduga ada kerja sama sementara usaha bengkel memakan Sisi badan jalan sementara mobil banyak parkir diarea bengkel .

Tegas ( kaperwil M.S ) .
