Pemkab Karo dan Apindo kembali ekspansi pasar 17 Ton hortikultura dikirim ke Palangka RayaKaro. MedanPemerintah Kabupaten Karo bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Karo kembali memperluas pasar hasil pertanian dengan mengirimkan sekitar 17 ton komoditas hortikultura ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, melalui skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD), Sabtu (27/6/2026). Pengiriman ketiga ini menjadi langkah nyata memperkuat akses pasar sekaligus menjaga stabilitas harga hasil panen petani. Satu kontainer berisi berbagai komoditas hortikultura unggulan, seperti kol, sawi putih, kentang, wortel, labu siam, cabai merah, cabai rawit hijau, dan komoditas lainnya dilepas langsung oleh Bupati Karo Antonius Ginting bersama Ketua Apindo Kabupaten Karo Daulatta Ras Ginting, didampingi Wakil Ketua Joey Andart Ginting. Pengiriman tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Pemerintah Kabupaten Karo dengan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memperkuat distribusi pangan sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi produk pertanian asal Tanah Karo. Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan pengiriman sekitar 17 ton hasil bumi itu menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah memperluas pemasaran komoditas hortikultura sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. “Puji Tuhan, hari ini kita kembali mengirim hasil bumi Karo ke Palangka Raya. Total sekitar 17 ton komoditas hortikultura diberangkatkan sebagai upaya memperluas pasar bagi petani kita,” katanya. Menurut Antonius, kerja sama antar daerah tidak sekadar mengirim komoditas, tetapi juga menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani melalui terbukanya pasar baru di luar Sumatera Utara. Ia menyebut Palangka Raya menjadi pintu masuk ekspansi pasar hortikultura Karo di Pulau Kalimantan. Ke depan, Pemkab Karo juga akan menjajaki kerja sama serupa dengan sejumlah daerah lain, termasuk Balikpapan dan Banjarmasin. “Ini baru permulaan. Kami ingin produk hortikultura Karo memiliki pasar yang lebih luas dan berkelanjutan di berbagai daerah,” ujarnya. Untuk setiap pengiriman, pelaku usaha menyiapkan modal sekitar Rp200 juta yang digunakan untuk membeli hasil panen petani sekaligus membiayai distribusi menuju Kalimantan Tengah. Antonius menegaskan pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan petani dengan pasar, bukan sebagai pelaku perdagangan. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, petani diharapkan memperoleh harga jual yang lebih menguntungkan, sementara masyarakat di daerah tujuan mendapatkan pasokan pangan segar dengan harga yang kompetitif. Melalui pengiriman hasil holtikultura ini, Pemerintah Kabupaten Karo berharap skema Kerja Sama Antar Daerah menjadi model pemasaran hasil pertanian yang berkelanjutan, mampu memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi komoditas hortikultura Karo hingga berbagai wilayah di Pulau Kalimantan. Penulis-Mahdalena Sinulingga ) Penulis metroekspress About The Author metroekspress See author's posts Post Views: 9 Navigasi pos KLARIFIKASI HOAKS ) Bupati Karo Tidak Pernah Menyerukan Aksi Tabrak Pelaku Pungli di Pemandian Air Panas DESA KUTAMBARU KECAMATAN TIGAN DERKET KEPALA DESA NYA BERNAMA MILIK SINGARIMBUN TIDAK PERNAH BERDA DI TEMPAT