SMPN 2 Kabanjahe Cari Untung Di Baju Seragam Dan Atribut, Kadis Diknas Diminta Turun Tangan
Kabanjahe | Metroekspres,com – Dugaan ada intervensi bagi siswa didik baru di SMPN 2 Kabanjahe, mulai terungkap. Dari beberapa siswa yang ditemui saat sudah pulang sekolah awak media metroekspres mempertanyakan terkait baju batik dan olah raga dll. mengakui, baju seragam dan atribut yang mereka pakai merupakan arahan dari guru bimbingan konseling. Kata murid PMPB / Murid baru .
“Harga baju olah raga kurang lebih Rp. 200.000, harga baju batik kurang lebih Rp.200.000 tidak termasuk atribut” ucap murid kelas VII saat ditemui Jumat (7/8/26).
Menurut siswa itu, guru bimbingan konseling (BK) yang menyampaikan pada murid kelas VII. Baju seragam itu mereka tebus ke jalan Samura gang Cendrawasih Kabanjahe Kabupaten Karo. Katanya .
Pengakuan polos siswa baru itu jelas berbanding terbalik apa yang disampaikan Kepala Sekolah SMPN 2 Kabanjahe Jenda Kita Br Sinulingga. Sehari sebelum ada pengakuan siswa itu, Kepsek mengaku tak ikut campur soal baju seragam dan atribut. “Sekolah saya tidak mengurus perlengkapan siswa kata kepala sekolah jendakita beru Sinulingga 30/6/26).
Sebelumnya ada khabar liar di SMPN 2 Kabanjahe yang menyebut pihak sekolah ikut campur dalam pembelian baju seragam dan atribut sekolah bagi peserta didik baru.
Menurut sumber terpercaya, para orang tua yang anaknya masuk ke SMPN 2 Kabanjahe merasa resah. Untuk pembelian baju seragam dan atribut ada intervensi pihak sekolah. Pihak sekolah memberikan ultimatum agar anak didik baru memesan baju dan atribut harus dari sekolah. Harga ditentukan pihak sekolah.
“Jika dibandingkan harga di pasaran dengan harga di sekolah ada selisih harga. Tak usah kami sebutkan berapa harga yang dipatok sekolah untuk baju seragam dan atribut. Silahkan tanya langsung ke sekolah” ujar ibu muda yang anaknya baru masuk di SMPN 2 Kabanjahe.
Tapi apa lacur, bantahan yang dilontarkan Kepsek yang mengaku tak ikut campur soal seragam dan atribut hanya lips service, terkesan pembelaan. Memalukan memang memalukan .
Memang ibuk jenda kita beru Sinulingga ini selaku kepala sekolah terlalu sombong terhadap media / wartawan ,seakan – akan ada yg membekab kepala sekolah tersebut . Tegas .
Reporter Mahdalena Sinulingga .















