16 Maret 2026
IMG-20260228-WA0011.jpg

Karo ,METRO EKSPRES 

Pengerjaan proyek dengan anggaran tahun 2025 di Desa Sukan Debi, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, menjadi sorotan publik lantaran dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera di plang proyek. Pantauan awak media Metro Ekspress pada tanggal 26 Februari 2026 menunjukkan bahwa hasil pekerjaan yang seharusnya berupa rapat beton justru tidak memenuhi standar yang dijanjikan.

Di plang proyek, tertulis jelas bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah rapat beton. Namun, kenyataan di lapangan sangat berbeda. Banyak batu yang terlihat menonjol (nogol) di permukaan jalan, padahal seharusnya dalam pekerjaan rapat beton, batu-batu tersebut tidak boleh terlihat. Meskipun dana yang dialokasikan untuk proyek ini cukup lumayan, hasil kerjanya dinilai asal jadi dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Kepala Desa Sukan Debi, D Tarigan, hingga saat ini belum memberikan keterangan terkait keluhan ini. Awak media telah berusaha menghubunginya melalui WhatsApp dan SMS, namun tidak ada jawaban maupun balasan. Beberapa kali tim media juga datang ke kantor desa, namun kepala desa tidak pernah berada di tempat. Salah satu perangkat desa yang tidak mau disebutkan namanya hanya menjawab bahwa kepala desa sedang tidak ada di sana saat ditanya keberadaannya.

Proyek ini seharusnya menjadi jalan akses menuju ladang masyarakat, namun kondisi yang ada justru tidak memuaskan. Warga setempat pun mengungkapkan kekecewaannya. Mahdalena Sinulingga, awak media Metro Ekspress, menanyakan kepuasan warga terhadap jalan tersebut. Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya menjawab, “Engga lah, buk. Masa bikin jalan ko gitu, batu nya aja banyak yang nogol-nogol, buk. Sebagian udah rusak juga.”

Gambar kakek tua sedang menunjukkan jalan yang berbatu

Warga lainnya juga menegaskan bahwa hasil pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang tertulis di plang proyek. “Masa rapat beton ko seperti itu? Harusnya kalo rapat beton gak kayak gini, buk. Yang dipikir kepala desa ini kami bodoh, buk,” ujar salah satu warga Desa Sukan Debi yang juga meminta namanya tidak dipublikasikan.

Tidak hanya warga, awak media pun merasa janggal dengan kondisi jalan tersebut. “Mana rapat beton dibilang, tapi tidak seperti rapat beton. Itu bisa dibilang hanya penggerasan saja, bukan rapat beton,” tegas tim Metro Ekspress.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Desa D Tarigan maupun pihak terkait mengenai keluhan masyarakat dan ketidaksesuaian hasil proyek dengan spesifikasi yang dijanjikan. Masyarakat berharap adanya tindakan lanjutan untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut agar dapat digunakan dengan layak sebagai akses menuju ladang mereka.

(Mahdalena Sinulingga ).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *